Jangan Salah, Ini Cara Mengajukan Pertanyaan Dengan Benar Untuk Perusahaan Saat Interview | LupaKerja

Jangan Salah, Ini Cara Mengajukan Pertanyaan Dengan Benar Untuk Perusahaan Saat Interview

Pertanyaan untuk perusahaan saat Interview - Sebagaimana kita ketahui bersama, tahap wawancara biasanya dikategorikan pada tahap awal saat seseorang pelamar kerja sedang mencari kerja. Pada tahap ini pada dasarnya dimaksudkan untuk memperkenalkan perusahaan kepada calon pekerja terlebih dahulu. Tahap wawancara merupakan bagian dari seleksi yang menu utamanya adalah Tanya Jawab.

Umumnya biasanya didominasi oleh pihak sang pewawancara kerja, sedangkan pihak pelamar kerja cenderung lebih pasif (cenderung sering menjawab dibandingkan bertanya). Selama ini mungkin sebagian besar bagi seseorang yang belum pernah melakukan wawancara mengira bahwa dalam wawancara tersebut sang pelamar tidak diberi kesempatan, dan sang pelamar hanya diwajibkan untuk menjawab pertanyaan.

Ternyata dugaan itu salah, karena terkadang saat wawancara calon karyawan atau pekerja memiliki kesempatan untuk bertanya, dan pada intinya, pertanyaan tersebut semata-mata untuk  mengenal perusahaan lebih baik di mata kandidat. Tujuan dari wawancara adalah untuk menciptakan kesamaan antara kandidat dan perusahaan. Oleh karena itu, jika posisi Anda berada di pihak kandidat, usahakan untuk memberikan kesan yang baik pada perusahaan. Salah satunya adalah menanyakan pewawancara pertanyaan yang tepat  pada waktu yang tepat.

Bagaimana cara mengajukan pertanyaan dengan benar kepada HRD atau pewawancara?

Beberapa hal mengajukan pertanyaan
pertanyaan wawancara, pertanyaan wawancara organisasi, pertanyaan wawancara pedagang, pertanyaan wawancara dan jawabannya, pertanyaan wawancara kerja, pertanyaan wawancara osis, 10 pertanyaan wawancara, contoh pertanyaan wawancara dengan narasumber, pertanyaan wawancara psikologi dan jawabannya, pertanyaan interview kerja pertama kali dan jawabannya, interview adalah, apa saja pertanyaan yang diajukan saat interview?, apa saja yang harus diucapkan saat perkenalan diri?, jawaban ketika ditanya apa motivasi kerja?, bagaimana cara melakukan wawancara yang baik dan benar?, pertanyaan wawancara guru penggerak, pertanyaan wawancara beasiswa, pertanyaan wawancara penelitian, pertanyaan wawancara bem, pertanyaan wawancara kepanitiaan, pertanyaan wawancara bahasa sunda, pertanyaan wawancara bahasa sunda 5w 1h, pertanyaan wawancara organisasi dan jawabannya, pertanyaan wawancara guru, pertanyaan wawancara magang, pertanyaan wawancara pekerjaan, pertanyaan wawancara untuk guru, pertanyaan wawancara hrd, pertanyaan wawancara biografi, pertanyaan wawancara untuk pedagang, pertanyaan wawancara tentang tanaman, pertanyaan wawancara masuk organisasi

Berikut adalah beberapa hal yang  dapat membantu Anda mengajukan pertanyaan:

1. Hal umum tentang perusahaan

Yah…pertama kali yang sebaiknya ditanyakan adalah hal yang bersifat masih umum, dimana salah satunya menanyakan company profile dan background dari perusahaan. Bagaimana hal ini bisa dilakukan? saat wawancara pihak pewawancara akan menyinggung tentang profil perusahaan (untuk hal ini sangat disarankan agar Anda sudah memahami dan mengetahui profil perusahaan sebelum melakukan wawancara). Namun biasanya pewancara juga jarang lupa untuk menyampaikannya, dalam hal ini tidak ada salahnya jika Anda melakukan pertanyaan awal. Pertanyaan dapat diawali dengan pertanyaan yang sifatnya adalah pertanyaan umum. Misalnya dalam rangka mendirikan suatu usaha, apa target pasar usaha tersebut, usaha tersebut tergolong usaha swasta (keluarga) atau kelompok seperti PT dan lain-lain.

2. Mengajukan pertanyaan tentang aturan

Kerja  adalah bagian dari hidup yang terkadang terasa sangat membosankan. Karena aktivitas kerja merupakan sebuah rutinitas dari tuntutan hidup. Oleh karena itu, jika sudah masuk kedalamnya (terutama bagi pekerja kantoran), akan sangat membosankan terkadang. Selama sesi wawancara, akan sangat membantu untuk menanyakan tentang peraturan kantor, terutama yang berkaitan dengan jam kerja perusahaan. Kemudian coba analisa dengan cepat apakah sesuai dengan keinginan Anda atau sebaliknya.

3. Menyinggung tentang kesetrukturan organisasi

Hal ini sangat penting untuk diketahui sehingga sangat dianjurkan untuk ditanyakan agar Anda paham betul, terutama disaat-saat hari pertama kerja (jika akhirnya diterima). Tanyakan struktur organisasi kemana dan di mana Anda harus bertanggung jawab atas setiap pekerjaan yang dilakukan. Bagaimana hubungan dengan rekan-rekan yang berada di departemen yang sama atau dengan rekan-rekan yang berada di departemen yang berbeda. Kemudian, jika lowongan kerja yang ditawarkan adalah posisi dengan kedudukan yang tingkat atas (supervisor misalnya), maka jangan lupa dengan pertanyaan penting seperti berapa karyawan yang bekerja dibawah kepemimpinan Anda!

4. Pertanyaan tentang ‘Salary’

Topik pertanyaan ini adalah topik pertanyaan yang amat sangat krusial dan sensitive, oleh karena itu, Anda harus sangat berhati-hati saat menanyakan pertanyaan ini, karena  berkaitan erat dengan keuangan perusahaan. Hati-hati, jika Anda  mengajukan pertanyaan yang salah, lamaran Anda mungkin akan ditolak! Jangan menanyakan pertanyaan ini sebelum pewawancara. Biasanya dalam wawancara, fase ini akan dibahas di akhir sesi wawancara. Jika  pewawancara menyebutkan suatu masalah yang sering juga disebut remunerasi (tentang gaji) ini, maka silahkan ajukan pertanyaan Anda tentang salary atau gaji. Tak hanya itu, Anda juga bisa bertanya tentang kompesasi yang lainnya, misalnya dengan adanya pelatihan tambahan, uang lembur dan lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda!

5. Bertanya tentang profesi yang ditawarkan

Bertanya tentang profesi atau kedudukan kerja yang ditawarkan adalah sangat penting untuk diajukan agar Anda paham betul dengan jenis dan gambaran dari pekerjaan itu sendiri. Pertanyaan ini dapat diajukan kepada pihak peawawancara namun akan lebih baik jika dimungkinkan untuk ditanyakan langsung ke atasan yang dimaksud. Pertanyaan dapat meliputi tentang deskripsi perusahaan, bagaimana dengan target yang diharapkan, singgung juga tentang beban pekerjaan (apakah under-pressure atau tidak), apakah mobile atau tidak, bagaimana mengukur tingkat keberhasilannya! Dan lain-lain yang dapat disesuaikan dengan keadaan dari diri Anda sendiri.

Kesimpulan

Pada dasarnya Anda boleh bertanya saat sesi wawancara dengan HRG atau pewawancara jika hal itu diminta atau pada waktu yang tepat juga dan Ingat, jangan bertanya jika itu sudah dijelaskan oleh pewawancara karena akan menimbulkan fikiran negatif tentang Anda yang dimana Anda bisa teledor atau lupa akan kerjaan yang diberikan atasan padahal kerjaan tersebut sudah diberitahu atau diingatkan sebelumnya, berikan kesan positif juga dan salahsatunya adalah membuat CV atau resume lamaran pekerjaan yang menarik dan berkualitas.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url